Cara Install Laravel 12 untuk Pemula (Langkah Lengkap dan Mudah)
Laravel merupakan salah satu framework PHP paling populer dan banyak digunakan saat ini, terutama dalam pengembangan aplikasi web modern. Laravel dikenal karena sintaksnya yang rapi, fitur yang lengkap, serta dokumentasi yang sangat baik. Pada tahun ini, Laravel telah merilis versi terbaru yaitu Laravel 12 yang membawa peningkatan performa, keamanan, dan kemudahan pengembangan.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara install Laravel 12 dari awal, khusus untuk pemula yang baru belajar framework PHP. Jangan khawatir, langkah-langkahnya akan dijelaskan secara bertahap dan mudah dipahami.
1. Persiapan Sebelum Install Laravel 12
Sebelum menginstal Laravel 12, pastikan perangkat yang kamu gunakan sudah memenuhi kebutuhan minimum berikut.
A. PHP
Laravel 12 membutuhkan PHP versi 8.2 atau lebih baru.
Untuk mengecek versi PHP, buka Terminal atau CMD lalu ketik:
php -v
Jika PHP belum terinstall, kamu bisa menggunakan:
- XAMPP (Windows)
- Laragon (Windows – sangat direkomendasikan)
- MAMP (MacOS)
- PHP bawaan Linux
B. Composer
Composer adalah dependency manager untuk PHP yang wajib digunakan oleh Laravel.
Cek apakah Composer sudah terinstall dengan perintah:
composer -V
Jika belum ada, silakan unduh dan install Composer dari situs resminya:
https://getcomposer.org
C. Database
Laravel mendukung beberapa database, seperti:
- MySQL
- MariaDB
- PostgreSQL
- SQLite
Untuk pemula, MySQL adalah pilihan paling umum dan mudah digunakan.
2. Cara Install Laravel 12
Pada tutorial ini kita akan menggunakan cara paling umum dan aman, yaitu menginstall Laravel menggunakan Composer.
Langkah 1: Buka Terminal atau CMD
Masuk ke folder tempat kamu ingin menyimpan project Laravel.
Contoh jika menggunakan XAMPP:
cd htdocs
Jika menggunakan Laragon:
cd laragon/www
Langkah 2: Install Laravel 12
Gunakan perintah berikut untuk membuat project Laravel 12:
composer create-project laravel/laravel:^12.0 laravel12
Keterangan:
laravel/laravel→ package Laravel^12.0→ versi Laravel 12laravel12→ nama folder project
Tunggu proses download dan instalasi sampai selesai. Proses ini membutuhkan koneksi internet.
3. Menjalankan Project Laravel 12
Setelah proses instalasi selesai, masuk ke folder project Laravel:
cd laravel12
Kemudian jalankan server Laravel dengan perintah:
php artisan serve
Jika berhasil, akan muncul alamat seperti berikut:
http://127.0.0.1:8000
Buka alamat tersebut di browser. Jika muncul halaman Laravel dengan tampilan default, maka instalasi berhasil 🎉
4. Konfigurasi Database di Laravel 12
Laravel menggunakan file .env untuk mengatur konfigurasi environment, termasuk database.
Langkah-langkah:
- Buka file
.env - Sesuaikan bagian database seperti contoh berikut:
DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=laravel12
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=
- Buat database dengan nama
laravel12di phpMyAdmin - Jalankan migration dengan perintah:
php artisan migrate
Jika tidak ada error, berarti koneksi database berhasil.
5. Struktur Folder Laravel 12 (Pengenalan Singkat)
Beberapa folder penting yang perlu kamu ketahui:
- app/ → berisi logika aplikasi (Controller, Model)
- routes/ → tempat mendefinisikan route
- resources/views/ → file tampilan (Blade)
- database/ → migration, seeder, dan factory
- public/ → folder yang diakses browser
Sebagai pemula, fokuslah terlebih dahulu pada folder:
routesapp/Http/Controllersresources/views
6. Penutup
Laravel 12 adalah framework PHP yang sangat cocok dipelajari oleh siswa SMK RPL, mahasiswa, maupun pemula yang ingin terjun ke dunia web development. Dengan fitur lengkap, struktur rapi, dan komunitas besar, Laravel menjadi pilihan tepat untuk membangun aplikasi seperti sistem manajemen aset, sistem informasi sekolah, hingga aplikasi bisnis.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu sudah berhasil menginstall Laravel 12 dan siap melanjutkan ke tahap berikutnya seperti membuat CRUD, autentikasi login, dan project nyata lainnya.
Selamat belajar Laravel 🚀
Semoga artikel ini bermanfaat!
