Langkah Kerja Setup Proyek Laravel: Asset Management
Pada tahap ini, kita akan melakukan setup awal proyek Laravel untuk aplikasi Sistem Manajemen Aset. Tahapan ini sangat penting karena menjadi dasar sebelum masuk ke pembuatan fitur CRUD, login, dan pengelolaan data aset.
Tutorial ini dibuat agar mudah dipahami oleh pemula, khususnya siswa SMK RPL atau yang baru belajar Laravel.
1. Membuat Project Laravel Baru
Buka Terminal / CMD, lalu masuk ke folder tempat kamu menyimpan project web.
Contoh jika menggunakan XAMPP:
cd htdocs
Jika menggunakan Laragon:
cd laragon/www
Selanjutnya, buat project Laravel baru dengan nama asset-management menggunakan perintah:
composer create-project laravel/laravel asset-management
Tunggu proses instalasi sampai selesai. Pastikan koneksi internet aktif.
2. Menjalankan Project Laravel
Masuk ke folder project yang sudah dibuat:
cd asset-management
Jalankan server Laravel:
php artisan serve
Buka browser dan akses alamat berikut:
http://127.0.0.1:8000
Jika halaman Welcome Laravel tampil, berarti project berhasil dijalankan.
3. Mengatur Koneksi Database di File .env
Laravel menggunakan file .env untuk pengaturan koneksi database.
Buka file .env, lalu sesuaikan bagian database seperti contoh berikut:
DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=asset_management
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=
Catatan: Buat database dengan nama asset_management terlebih dahulu di phpMyAdmin.
4. Menjalankan Migration Awal
Setelah koneksi database diatur, jalankan migration awal Laravel dengan perintah:
php artisan migrate
Jika berhasil, Laravel akan membuat tabel bawaan seperti:
- users
- password_reset_tokens
- failed_jobs
Ini menandakan koneksi database sudah berhasil.
5. Membuat Model dan Migration Category
Selanjutnya kita membuat tabel kategori aset.
Jalankan perintah berikut:
php artisan make:model Category -m
Perintah ini akan membuat:
- Model
Category - File migration
create_categories_table
Silakan edit file migration sesuai kebutuhan sistem manajemen aset.
6. Membuat Model dan Migration Asset
Untuk data aset, buat model dan migration dengan perintah:
php artisan make:model Asset -m
Model dan migration ini akan digunakan untuk menyimpan data aset seperti kode aset, nama aset, kategori, lokasi, dan kondisi.
7. Membuat Seeder Data Kategori (Opsional)
Seeder digunakan untuk mengisi data awal ke dalam tabel, misalnya data kategori aset.
Buat seeder dengan perintah:
php artisan make:seeder CategorySeeder
Seeder ini nantinya bisa diisi dengan data contoh seperti:
- Elektronik
- Peralatan Kantor
- Inventaris Sekolah
Seeder bersifat opsional, tetapi sangat membantu saat pengujian aplikasi.
8. Output yang Harus Dihasilkan
Setelah menyelesaikan langkah-langkah di atas, pastikan kamu sudah memiliki output berikut:
- Folder proyek
asset-managementdapat dijalankan - Halaman Welcome Laravel tampil di browser
- Screenshot hasil perintah
php artisan migrate - Screenshot tabel database berhasil dibuat
Penutup
Dengan menyelesaikan langkah kerja ini, kamu sudah berhasil melakukan setup awal proyek Laravel untuk sistem manajemen aset. Tahap selanjutnya adalah membuat struktur database yang lengkap, CRUD data aset, serta autentikasi login.
Selamat belajar Laravel 🚀
Terus berlatih dan jangan takut mencoba!
.png)
0Komentar